Materi Rapat Koordinasi ULP, Surabaya 2017

  • By superadmin
  • 14 Juli 2017
  • 1,655 Views
Materi Rapat Koordinasi ULP, Surabaya 2017

Surabaya – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menggelar Rapat Koordinasi Unit Layanan Pengadaan (Rakor ULP) yang diikuti oleh perwakilan pejabat pengadaan dari  kementerian dan lembaga di Surabaya, Kamis (13/7). LKPP-- sebagai tuan rumah--menerima sekitar 271 peserta dari 83 ULP kementerian dan lembaga.

Dalam kegiatan ini, Kepala LKPP Agus Prabowo menekankan bahwa para pejabat pengadaan masih akan menghadapi tantangan besar, terutama dalam pengubah paradigma pengadaan. Sebab, menurut Agus, pelaksanaan pengadaan saat ini tidak lagi menekankan pada harga termurah saja, melainkan telah berkembang pada value for money. Artinya, pelaksanaan pengadaan perlu menghasilkan efisiensi dan efektifitas maksimum.

Di samping itu, lanjutnya, profesionalisme pejabat pengadaan masih menemui tantangan besar dengan  masih adanya anggapan yang menempatkan pengadaan sebagai pekerjaan tambahan yang berkutat pada kegiatan yang sifatnya clerical. Padahal, pada kenyataannya peran pejabat pengadaan memiliki andil besar dalam memperkuat roda ekonomi dan pembangunan, terutama dengan berkembangnya government e-marketplace di Indonesia.

Menyusul kebijakan pendelegasian pengelolaan e-katalog berupa e-katalog lokal untuk pemerintah daerah dan e-katalog sektoral untuk kementerian dan lembaga,  Agus berharap akan ada ULP dari unsur kementerian maupun lembaga yang mengajukan pengelolaan katalog.

Pasalnya, beberapa kementerian tergolong sebagai pengguna e-katalog yang sangat potensial untuk mengelola katalog, seperti Kementerian Kesehatan. Harus diakui bahwa salah satu penyebabnya adalah masih banyak ULP kementerian/lembaga yang statusnya belum permanen. Padahal, itu adalah salah satu syarat untuk mampu mengelola katalog sektoral.

Menurut data LKPP, hingga kuarter ketiga tahun ini belum ada kementerian dan lembaga yang telah memulai pengelolaan e-katalog sektoral. Hal ini berkontras dengan pemerintah daerah yang saat ini telah banyak merintis pengelolaan e-katalog daerah.

“Jika sudah jalan (e-katalog sektoral-red), Center of Excellence (akan) makin cepat tercapai-- karena dengan  mengelola e-katalog--pengetahuan kita dan juga dinamika pengadaan akan dialami secara langsung,” tambah Agus.

Selain itu, Agus juga berharap seluruh mitra LKPP dapat memegang teguh prinsip pengadaan dan mengesampingkan iming-iming ketika telah diberikan kewenangan dalam mengelola e-katalog lokal.

Pada kesempatan ini pula, Direktur Serfifikasi Profesi Suharti mengharapkan, Rakor ULP ini dapat menjadi media bagi pelaku pengadaan untuk saling bertukar informasi sehingga praktik pengadaan menjadi lebih baik sesuai dengan tema yang diusung “ULP Permanen Struktural sebagai Pusat Keunggulan (Center of Excellence)”. (aje/frz) Sumber: http://www.lkpp.go.id/v3/#/read/4745 

Materi dapat diunduh disini.

Kategori

Galeri Foto